Developed in conjunction with Joomla extensions.

Lebih militan! Dua kata itulah yang terlinyas di kepalaku begitu denger ada gerombolan emak-emak mendukung salah satu paslon. Sebagaimana militannya emak-emak di jalanan yang kasib sen kanan belok ke kiri atau bahkan gak kasih sen tiba-tiba belok ambil tikungan tajam! Cocok kali tipikal emak-emak untuk dunia politik.. so unpredictable.. pihak lawan bakal kebingungan menentukan strategi. 

Pihak Jekow duluan konpres diwakili PKB yang akan membentuk tim sukses khusus beranggotakan perempuan. Walau Suara Perempuan Indonesia hanya 46% dibandingkan total suara namun dirasa perlu untuk itu karena hasilnya akan signifikan. Pihak YouKnow jelang undi nomer urut baru bentuk "PEPES" sebagai kumpulan emak-emak pendukungnya.

SaPI senang gembira karena salah satu agenda kami tercapai: agar ibu-ibu rumah tangga lebih melek politik. Bukan sek3dar coblos suara pada Pilpres 2019 nanti. Namun hal yang mengherankan adalah isu-isu yang dilontarkan kedua kubu. Kubu Jekow (nomer urut 1) mewanti-wanti masa Orde Baru akan kembali merajalela karena nomer urut 2 didukung keluarga Cendana. Kubu YouKnow (nomer urut 2) menakut-nakuti PKI akan kembali melalui kekuasaan nomer urut 1. Sebab kebijakan luar negerinya yang pro China. Komunis menjadi   momok yang akan menghancurkan Indonesia. 

Aneh bin heran. Pihak pro Islam sebetulnya kan senasib dengan mereka yang disebut komunis. PKI dibubarkan karena disinyalir akan mengganti Pancasila dengan ideologi komunis. Masa kini, HTI juga dibubarkan karena akan mengganti Pancasila dengan ideologi Islam serta mengganti pemerintahan dengan sistem khilafah. Dua-duanya didzalimi.. but mungkin nih yang benar-benar komunis hanya segelintir orang sebagaimana mereka yang benar-benar Islam (pro khilafah). So pada saat kedua isu ini dibenturkan yang benar-benar terpengaruh hanya mereka yang true militans. Kalau emak-emak kekinian sih militannya bukan ideologi hitam putih. Ngendonesia banget. Masih amanlah. Bukan Gerwani yang berani angkat senjata. Paling angkat centong getok politisi yang nakal atau lempar bra ke kantor pemerintahan (kalo aksi lempar bra pernah terjadi saat Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta).

Ratih Karnelia Kusumawardhani

Developed in conjunction with Joomla extensions.