Developed in conjunction with Joomla extensions.

Gelagat gagal paham soal Pancasila dan Agama ditunjukkan Negara dan atau umat Bergama? Seingat saya, Indonesia digambarkan sebagai Negara beraneka keyakinan yang bisa hidup rukun. Cover buku pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) adalah para pemuka agama yang berbeda-beda berdiri sama rata di depan tempat peribadatan masing-masing. Pada saat itu, Pancasila dan agama tidak punya masalah tuh.. Pancasila sebagai dasar Negara menjamin para penganut agama dan kepercayaan untuk beribadat menurut keyakinan masing-masing serta hidup bersama dalam satu wadah yang sama, Indonesia.

Sumber Gambar batamtoday

 

Saat ini, Pancasila dikesankan menjadi agama baru. Seolah-olah, orang Indonesia punya keyakinan yang satu, yaitu Pancasila. Jika demikian halnya, maka masa kini menjadi lebih buruk daripada Orde Baru. Jika di masa lalu agama dapat hidup berdampingan, masa kini, agama dianggap tidak relevan lagi untuk hidup di Indonesia. Hanya Pancasila sebagai ideologi nomer satu. Apa bedanya dengan jaman Orde Baru yang menggunakan Pancasila untuk melanggengkan kekuasaan? By the way, memang itu kan gunanya ideologi? Supaya kekuasaan itu diterima maka dengan sendirinya akan langgeng. Apakah Megawati hendak menjadikan Indonesia sebagai Negara Kerajaan Soekarno? Sebab dalam media, Megawati meyakinkan publik bahwa Pancasila adalah buah pikir jenius Soekarno maka Negara Indonesia dapat terbentuk. Ia juga mengingatkan Soekarno sebagai Presiden Seumur Hidup. Soekarno dijatuhkan karena konspirasi. Maka jika sekarang Pancasila hendak diinternalisasikan oleh lembaga baru bentukan Presiden atas nama keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dengan Megawati sebagai Dewan Penasihat, kira-kira apa yang akan terjadi?

 

Sumber Gambar news liputan 6

Rakyat pun mempertanyakan kinerja Puan Maharani, putri Megawati sebagai salah satu penerus Dinasti Soekarno dalam Kementriannya yang baru dibentuk pada masa kepresidenan Jokowi. PM (Perdana Menteri eh Puan Maharani) meminta anggaran untuk kementriannya dinaikkan. Padahal rakyat belum paham betul kerja apa yang dilakukan oleh kementriannya, output apakah yang ingin dicapai? Apakah bentukan lembaga  penguatan kembali Pancasila ini pun bagian dari tugas Kementrian yang dipimpin PM?

Negara yang Gagal Paham

Mari kita lihat dari sudut pandang Negara yang gagal paham soal Pancasila dan Agama. Oleh sebab beberapa peristiwa yang membawa nama agama belakangan ini maka dapat disimpulkan bahwa agama berbahaya. Agama tidak boleh lagi ada karena ia mengancam keutuhan NKRI. Padahal 71 tahun berlalu, Pancasila menjaga setiap agama untuk dianut, diyakini dan diibadati dengan bebas. Tiba-tiba agama dianggap sebagai ancaman hanya karena salah satu ayatnya tidak mendukung salah satu calon Pilkada rombongan penguasa. Negara menganggap kebaikan agama sebagai ancaman karena tidak membolehkan penguasa membangun dinastinya, dengan orang-orang pilihannya?

Dikira Pancasila hanya sebagai pemersatu agar setiap agama tidak bentrok. Ternyata oh ternyata, Bagi rezim sekarang Pancasila adalah ‘agama’ baru yang harusnya menggeser "ideologi"lama rakyat, yaitu agama masing-masing yang diyakini, dianut, dan diibadahi. Jadi penerimaan Pancasila selama ini, oleh gerombolan penguasa bukan sebagai pemersatu. Melainkan punya visi yang lebih panjang ke masa depan. Negara Indonesia ini menjadi milik keluarga Soekarno seutuhnya. Sebab Pancasila adalah buah pikir Soekarno. Sebab Soekarno sudah diangkat sebagai Presiden seumur hidup. Maka apakah dendam kekuasaan yang terenggut itu harus direbut kembali? Dinasti mega hendak dibentuk? Diawali dengan kesepahaman bersama soal Pancasila bukan sekedar dasar Negara, tapi ideologi yang menggeser keyakinan agama. Negara gagal paham. Kelewat GR (Gede Rasa) kepentingannya dipikirkan oleh Partai Mega. Kesengsem dengan iming-iming Indonesia yang beragam namun tetap bisa hidup berdampingan dengan damai dan tentram. Hal ini sudah disadari sejak lama oleh Rieke Dyah Pitaloka, fungsionaris Partai Mega sekitar tahun 2012 yang mengingatkan bahwa semua persoalan bangsa harus dikembalikan pada Pancasila, sebab falsafah bangsa Indonesia adalah Pancasila. Bertahun-tahun kemudian saya baru sadar.., secara implisit bahwa falsafah atau kebijakan itu dikembalikan pada si empunya Pancasila. Soekarno. Lalu , Mega beranggapan sebagai Keluarga Soekarno yang akan memegang kunci berbagai kebijakan Negara Indonesia.

Sumber Gambar imgrum

Simpulan

Mudah-mudahan saja saya salah paham, meski tidak gagal paham atas apa yang sedang terjadi di negeri ini. Mudah-mudahan saja, keyakinan orang Indonesia akan agama dan kepercayaannya masing-masing masih dilindungi Negara. Bahwa Indonesia tidak sedang hendak dikuasai oleh keluarga Soekarno saja. Balas dendam seperti yang Orde Baru lakukan di masa lalu, melupakan jasa-jasa para pahlawan. Melupakan jasa-jasa nenek moyang orang biasa seperti saya (iyalah). Saya hanya bisa berharap, slogan Soekarno yang terkenal itu Jas Merah (Jangan Pernah Melupakan Sejarah) tidak dimaksudkan untuk membangun dinasti Soekarno. Meskipun nenek moyang saya juga turut menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan NKRI, namun apalah daya.. ikut berjuang tapi tidak turut menikmati kekuasaan. Maklumlah..bukan bagian dari dinasti. (ratih karnelia)

Developed in conjunction with Joomla extensions.