Developed in conjunction with Joomla extensions.

Tepat pada Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2015, Donald Trump memberikan pernyataan yang mengundang reaksi baik dari muslim maupun non muslim: larangan muslim memasuki AS. Larangan ini kemudian dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam maupun nilai-nilai yang berlaku di Amerika. Berdasarkan BBC, tanpa menyebut nama Trump, Cook mengatakan, "Apapun yang memperkuat ISIS dan mengadu AS untuk melawan kepercayaan Muslim bukan hanya bertentangan dengan nilai-nilai kita tetapi juga bertentangan dengan keamanan nasional kita." Demikian menurut juru bicara Pentagon, Peter Cook.

Hiburan para guru untuk menghadapi tekanan hidup: hanya profesi guru yang punya lagu khusus, Guruku Tersayang (https://www.youtube.com/watch?v=oO7zLeyyZlk). Lagu yang setiap didengarkan rasanya begitu besar jasa guru. Tanpa guru yang ajari baca tulis, ajari banyak hal, apalah artinya seseorang. Profesi lain pun takkan mungkin ada tanpa jasa guru. Ironis, kebaikan dan kesabaran guru belum mendapat tempat yang baik. Bukan hanya kesejahteraan guru yang patut mendapat perhatian (kecuali di sekolah negeri berstatus guru tetap dan sekolah swasta bergaji tinggi), tapi juga kecukupan jumlah personil guru yang mengkhawatirkan. Lalu mengapa di pelosok-pelosok negeri Apalagi di tempat terpencil, tertinggal dan terdepan masih kekurangan guru, Apakah profesi ini masih belum juga menjadi favorit?

Insiden presiden di forum internasional ingatkan saya pada pengalaman sebagai penerjemah.

Tulisan ini merasa perlu diawali “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Ucapan basmalah ini bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Developed in conjunction with Joomla extensions.