Developed in conjunction with Joomla extensions.

Hari ini, 2 November 2017 di Koran Kompas diberitakan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Restitusi bagi Anak yang Menjadi Korban Tindak Pidana, ditandatangani Presiden Jokowi pada 16 Oktober 2017. Dengan adanya PP ini menjadi goodnews  bagi pihak korban/ ahli warisnya. Menjadi mimpi buruk bagi pelaku kejahatan pada anak dibawah 18 tahun. Para tersangka bukan hanya akan memperoleh hukuman penjara dan denda tapi juga akan menanggung ganti rugi bagi pihak korban yang dirugikan secara materiil dan immateriil. Besaran restitusi ditentukan oleh LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

Sumber Gambar: seniorkampus

Terinspirasi dari celoteh bocah 4 tahun, anak tertuaku tanya-tanya, “ Ma.. kenapa sih mata kita gak putih semua? Kenapa ada itemnya?” Bener juga ya.. kenapa? Lalu kujawab sekenanya inget pelajaran biologi waktu SMP, “Kalau putih semua malah gak bisa liat.. soalnya bisa lihat karena di mata ada itemnya.” Entah puas atau gak dengan jawabanku.., dia udah gak tanya lagi. Malah aku yang jadi kepikiran: “Mengapa mata kita gak diciptakan putih semua saja? Bukannya lebih bersih?” kalau inget pertama kali liat mata bayi baru lahir, meskipun bola mata mereka ada hitam putihnya.., tetep aja keliatan jernih tuh.. dan dipikir-pikir kalau bola mata hitam ada putihnya malah ternyata gak sehat tuh, gejala katarak.

Sumber Gambar: dagelan

Stop nomorsatukan administrasi! Nomer satu kemanusiaan!

Bagaimana perasaanmu seandainya jadi seorang ibu yang bayinya baru meninggal? Bisakah berpikir? Bagaimana pula perasaan dan pikiran bapak yang baru kehilangan bayinya? Sempatkah berpikir?

Pada tanggal (21/9) di RSUD Abdoel Moeloek, Bandar Lampung, seorang ibu pulang menggendong bayinya naik angkot tanpa mendapatkan fasilitas ambulans yang menjadi haknya. Apakah karena ia pasien BPJS? Pihak RS klarifikasi bukan karena sebab pasien BPJS, melainkan karena bapak bayi tidak bisa melengkapi soal administrasi sebelum naik ke ambulans.

Sumber Gambar: tribun

Biasanya situs Islami menyediakan resensi buku-buku yang wajib dibaca sebagai muslim. Tentunya untuk menambah pengetahuan soal Islam, harapannya akan memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Entah harapan itu sudah terwujud atau belum. Bagaimananpun juga, kami turut apresiasi jihad menyebarkan nilai-nilai Islami tersebut walau pada akhirnya para Ustadz lulusan televisi hanya akan sekedar pamer betapa banyaknya harta mereka atau nikmatnya berpoligami dengan istri-istri yang jauh lebih muda usianya.

Sekedar sharing  sebuah buku yang barangkali jauh dari kesan Islami. Malahan mungkin dianggap terlarang karena ini buku filosofi perempuan Perancis, tahun 1949 karya eksistensialis Simone de Beauvoir. Vatikan menempatkan buku ini di Daftar Buku Terlarang. Namun menjadi revolusioner  pada masanya karena pada waktu itu belum pernah ada seorang perempuan menuliskan pemikirannya, mengartikan jati diri lalu memberi solusi agar para perempuan dapat terbebas dari belenggu anggapan masyarakat Perancis saat itu yang menganggap perempuan sebagai “Second Sex” atau dengan kata lain sebagai manusia kelas dua. Judul buku yang berjudul sama dengan anggapan masyarakat Perancis saat itu, terbit menjadi dua jilid. Jilid pertama belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan jilid kedua sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.

Sumber Gambar: goodreads

Adakah orang yang pekerjaanya merenung? Ya ada. Lalu mereka disebut filsuf. Kalau orang biasa lebih tepat disebut tukang curhat. Bisa jadi curhatan itu sekedar ingin mengeluarkan unek-unek yang tak selesai hanya dengan diceritakan di dalam buku harian. Sebab takkan ada perubahan dalam diri ataupun orang lain. Semua hanya sekedar menjadi kata-kata yang memenuhi lembaran dalam buku. Saya mulai menuangkan pikiran dalam buku harian sejak bisa menulis. Walau isinya cuma kegiatan hari itu di sekolah atau catatan pemasukan uang jajan sebesar Rp 250 beserta pengeluarannya. Semakin bertambah usia, tentu saja isinya berkembang. Bukan sekedar cerita kegiatan seharai-hari, tapi lalu soal-soal yang lebih buat penasaran, misalnya soal kematian: meninggalnya Nenek yang disusul kematian Mama di usia muda. Soal kehidupan: taksir menaksir, dilema memilih pasangan hidup, memilih jurusan kuliah, memilih pekerjaan... semua soal dilema pilihan hidup.

Developed in conjunction with Joomla extensions.